Duterte Berencana Pindahkan Makam Marcos

Editor: Ivan Aditya

MANILA (KRjogja.com) – Presiden Filipina Rodrigo Duterte berkukuh hendak memindahkan makam pemimpin diktaktor Ferdinand Marcos. Kebijakan tersebut mendapat tentangan dari para pendukung Marcos, bahkan sekitar 1.500 warga Filipina mengajukan petisi ke pengadilan untuk membekukan putusan Duterte tersebut.

Warga menilai kebijakan Duterte tersebut menyalahi aturan dan perjanjian 1993 antara keluarga Marcos dan presiden Filipina saat itu, Fidel Ramos. Pemerintah Ramos meminta keluarga Marcos untuk menguburkan pemimpin otoriter tersebut d kampung halaman di provinsi Ilocos Norte.

Menanggapi petisi ribuan warganya itu, Duterte menegaskan tak akan mengubah pendiriannya yang telah mengizinkan kuburan Marcos dipindahkan ke taman makam pahlawan. Sikap keras kepala Duterte itu telah memicu kritik dan kecaman, bukan hanya dari warga, tetapi juga dari politisi setempat. Mereka menilai Duterte tak sensitif dengan sejarah Filipina saat dipimpin Marcos. (*)

BERITA REKOMENDASI