Duterte Ingin Pensiun Dini

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Presiden Rodrigo Duterte berupaya menepis kekhawatiran dirinya akan terus berkuasa dan menjadi diktator, mengatakan ingin mencapai tujuannya menerapkan federalisme di Filipina sehingga bisa pensiun dini. Mantan wali kota Davao telah lama mendukung federalisme untuk mengatasi kesenjangan kesejahteraan, memberi kekuasaan regional dan mengakui keberagaman di negara tersebut.

Sebuah panel beranggota 19 orang dibentuk oleh Duterte pada bulan lalu, terdiri dari pakar hukum konstitusional dan dikepalai mantan Hakim Agung. Mereka telah mengajukan model federal yang mirip dengan Amerika Serikat.

Sejumlah pengkritik meyakini langkah mengubah konstitusi untuk memfasilitasi hal itu juga akan memungkinkan Duterte berkuasa hingga melebihi 2022, ketika masa jabatan enam tahunnya berakhir.

Namun Duterte menyatakan sudah tidak punya energi untuk melakukan itu. "Saya akan mundur pada 2020, saya tidak akan menunggu hingga 2022. Saya tua, saya tidak punya ambisi lagi. Saya benar-benar ingin beristirahat," ujarnya dalam pidato.

Para sekutu Duterte di kamar bawah Kongres Filipina pada bulan lalu sepakat membentuk dewan konstituen untuk merevisi konstitusi, membatalkan pemilu masa pertengahan dan memperpanjang masa jabatan semua pejabat terpilih. (*)

BERITA REKOMENDASI