Duterte Perintahkan Polisi Tembak Mati Pelanggar Karantina

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan kepolisian dan militer negara untuk menembak mati setiap pelanggar kebijakan karantina pandemi virus corona. Mereka yang tidak patuh dianggap menjadi ancaman penyebaran Covid-19.

Pernyataan Duterte ini disampaikan setelah warga Barangay, Kota Quezon melakukan protes di jalan karena mengeluhkan pasokan makanan. “Perintah saya kepada polisi, militer, dan Barangay (Pemerintah Daerah Barangay), jika mereka susah diatur, dan mereka mengancam Anda dan hidup Anda, tembak mati mereka,” kata Duterte.

Duterte mengimbau agar para penerima bantuan bersabar. Dia meminta masyarakat tidak melakukan kerusuhan atau protes. Dia mengancam akan memenjarakan para perusuh tersebut.

“Saya akan memerintahkan Anda ditahan, dan saya akan membebaskan Anda setelah krisis Covid-19 ini berakhir. Jika Anda ditahan, Anda harus mencari makan sendiri,” kata Duterte.

Presiden Filipina itu juga memerintahkan polisi dan militer untuk berpatroli dan mencari siapa saja yang menyerang petugas kesehatan, berkaca dari kejadian seorang petugas kesehatan di Kota Tacurong, Sultan Kudarat yang diduga diserang oleh orang asing dengan melemparkan pemutih ke wajah. (*)

BERITA REKOMENDASI