Duterte Siap ‘Ganyang’ Pemberontak Komunis

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Pemerintah Filipina menyatakan tidak akan melakukan gencatan senjata saat Natal tahun ini dengan kelompok pemberontak komunis Tentara Rakyat Baru. Keputusan itu disampaikan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Dia menyatakan akan terus berusaha menumpas pemberontak komunis, sesuai janji yang sudah dia gulirkan sejak dua tahun lalu.

“Tidak akan ada gencatan senjata lagi di masa pemerintahan saya. Gencatan senjata sudah mati untuk segala tujuan dan niat,” kata Duterte.

Duterte juga mengabulkan usulan angkatan bersenjata yang menolak memberikan masa gencatan senjata dengan gerilyawan komunis. Di masa lalu, militer Filipina dan gerilyawan komunis memberlakukan gencatan senjata selama Natal.

Setelah dilantik pada 2016, Duterte menawarkan posisi di kabinet bagi kelompok sayap kiri untuk berdamai dan melakukan rekonsiliasi. Namun, kelompok pemberontak dan angkatan bersenjata menuduh masing-masing pihak kembali menyerang dan akibatnya perundingan damai terhenti.

Duterte juga menolak berunding dengan kelompok pemberontak. Dia menyatakan bisa dimakzulkan atau ditembak mati jika sepakat berbagi kekuasaan dengan pemberontak.

“Tidak ada presiden bodoh yang mau melakukan hal itu. Antara saya dimakzulkan atau tentara dan polisi menembak mati saya, saya bisa dibunuh karena dianggap pengkhianat negara,” kata Duterte.

Kelompok pemberontak komunis di Filipina sampai saat ini belum secara terbuka meminta posisi politik di pemerintahan dengan Duterte. Meski begitu, peluang perundingan masih terbuka asalkan kedua belah pihak melanjutkan pembicaraan tentang reformasi undang-undang dasar. (*)

BERITA REKOMENDASI