Duterte Siap Jadi Perisai Tentara Filipina

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menegaskan bahwa ia akan melindungi pasukannya dari proses hukum jika mereka tidak sengaja membunuh warga sipil saat memerangi militan di Marawi. Di sebuah acara televisi, Duterte mengaskan bahwa ia bukan menyuruh pasukannya untuk membunuh warga sipil. Namun, jangan sampai pasukan tidak bergerak karena takut melukai warga sipil.

"Adalah tugas warga sipil untuk melarikan diri atau mencari perlindungan," kata Duterte.

Duterte menegaskan, pasukannya yang telah berjuang melawan ISIS juga tidak akan dipenjara karena menyebabkan kematian tidak disengaja. Dengan jaminan tersebut, Duterte memerintahkan pasukannya untuk menghabisi para militan yang berafiliasi dengan ISIS itu di Marawi.

Di sana, ratusan militan menduduki bangunan, menyandera seorang imam Katolik Roma, dan tokoh lainnya, serta mengibarkan bendera bergaya ISIS. (*)

BERITA REKOMENDASI