Duterte Tangkap Wali Kota Terlibat Narkoba

Editor: Ivan Aditya

MANILA (KRjogja.com) – Sosok Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikenal sangat kontroversial mulai dari komentarnya yang sering ceplas-ceplos sampai aksi kejamnya membunuh ratusan pengedar narkoba dalam sebulan pertama pemerintahannya. Tak ayal, banyak aktivis HAM mengkritiknya karena menangkap dan menembak mati tanpa dakwaan.

Meskipun tak disukai pegiat HAM, Rodrigo dicintai rakyatnya, khususnya warga Filipina Selatan tempat Rodrigo lahir dan menjabat sebagai wali kota selama puluhan tahun. Warga Filipina sepertinya memahami bahwa perang narkoba yang digaungkan Rodrigo usai resmi dilantik menjadi Presiden pada 30 Juni lalu adalah untuk kebaikan negara mereka.

Apalagi Rodrigo tidak pernah tebang pilih dalam menangkap dan menembak mati para pelaku kejahatan narkoba. Baik jenderal atau sopir jeepney, angkutan umum khas Filipina semua diperlakukan sama saat mereka tertangkap basah melakukan kejahatan narkoba.

Dalam kasus terbaru Rodrigo tak segan menyuruh polisi menangkap putra Wali Kota Albuera Rolando Espinosa yang diduga terlibat dalam perdagangan methamphetamine di Filipina. Saat polisi menggeledah kediaman Espinosa enam pengawal Wali Kota menghadap tim buser polisi Filipina. (*)

BERITA REKOMENDASI