Duterte Tembak 730 Penjahat Narkoba

Editor: Ivan Aditya

MANILA (KRjogja.com) – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menepati janjinya untuk membinaskan para penjahat narkoba. Sejak dilantik menjadi presiden pada 30 Juni 2016 lalu, dia sudah menewaskan ratusan penjahat narkoba.

Sementara aktivis HAM setempat menyebutkan, jumlah ini lebih kecil dari jumlah sebenarnya. Pegiat HAM memperkirakan, jumlah penjahat narkoba yang ditembak mati selama sebulan pemerintahan Duterte mencapai dua kali lipat dari jumlah yang diumumkan polisi. Ini artinya, dalam sebulan pemerintahan Duterte telah menewaskan 732 orang yang terlibat dalam kejahatan narkoba. Ini juga artinya, setiap hari di Filipina sekira 25 warga Filipina tewas ditembak polisi akibat narkoba.

Duterte sendiri bangga dengan pencapaiannya itu karena mantan wali kota Davao ini selama masa kampanye pilpres Mei lalu, berjanji bahwa dirinya akan menewaskan 100.00 penjahat selama masa pemerintahannya.

Duterte saat itu mengatakan bahwa saking banyaknya penjahat yang tewas di era pemerintahannya dan jenazah mereka ini akan dilempar ke Teluk Manila, ikan-ikan di sana pun menjadi sangat gemuk. "Ikan-ikan di Teluk Manila tumbuh gemuk karena mengkonsumsi banyak sekali jenazah penjahat narkoba yang dilempar ke sana," ujarnya.

Polisi sendiri berani melakukan penembakan terhadap para penjahat narkoba tanpa menahan mereka terlebih dahulu untuk diadili karena Duterte telah memberikan jaminan kepada aparat keamanan. Dalam hal ini, Duterte akan melindungi semua polisi yang bertindak brutal terhadap penjahat narkoba. Dengan jaminan itu,tTak akan ada polisi yang didakwa karena melanggar HAM. (*)

BERITA REKOMENDASI