Duterte Umpat Amerika

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA (KRjogja.com) – Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte kembali mengeluarkan kata-kata kotor setelah Amerika Serikat (AS) membatalkan penjualan 26 ribu senapan serbunya. Pembatalan tersebut dilakukan setelah muncul ancaman dari Senator Ben Cardin.

“Lihat monyet-monyet ini, mereka menolak 26 ribu senapan serbu yang hendak kita beli. Anak pelacur, kami juga punya produsen senjata sendiri di sini. Orang-orang Amerika bodoh,” ejek mantan Wali Kota Davao itu.

Rodrigo Duterte menambahkan, ia sebetulnya percaya kepada Washington, tetapi sudah kehilangan rasa hormat terhadap sekutu lama serta mantan penjajah Manila tersebut. Pria berusia 71 tahun itu mengaku sangat marah kepada Negeri Paman Sam karena menyeret-nyeret tewasnya 2.300 orang dalam perang terhadap narkoba. “Karena itu saya sangat kasar kepada mereka, sebab mereka lebih dulu kasar terhadap saya,” ucap Duterte.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Luar Negeri AS menghentikan penjualan senapan serbu tersebut setelah Senator Ben Cardin mengancam akan memblokir penjualan tersebut. Sesuai prosedur, Kementerian Luar Negeri memberi tahu proses penjualan senjata ke negara lain kepada Kongres.

Para pejabat Kementerian Luar Negeri kemudian menerima kabar bahwa Ben Cardin akan menentang kesepakatan tersebut selama proses penilaian pra-notifikasi. Karena itu, penjualan kemudian dihentikan. (*)

BERITA REKOMENDASI