Ekstradisi Gulen Bisa Berlangsung Lama

Editor: Ivan Aditya

ISTANBUL (KRjogja.com) – Pemerintah Turki secara resmi mengajukan permintaan pada pemerintah Amerika Serikat untuk segera menangkap pebisnis yang juga ulama Fethullah Gulen. Permintaan resmi itu dilakukan setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Presiden Barck Obama dalam pertemuan G20 di Hangzou, Tiongkok pekan lalu.

Selama ini atau tepatnya sejak percobaan kudeta gagl 15 Juli 2016 lalu, Turki telah meminta AS mengekstradisi Gulen, tetapi belum pernah menyampaikan permohonan resmi. Semua permintaan Turki dilakukan secara informal. Namun AS tak pernah memenuhi permintaan tersebut karena sampai saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Gulen adalah dalang serangan kudeta dua bulan lalu seperti yang ditudingkan pemerintah Erdogan.

Pemerintah Turki menyalahkan kelompok Gulenis sebagai biang kerok kudeta 15 Juli lalu. Hal ini telah menyebabkan, puluhan ribu pengikut Gulen ditangkap. Begitu juga dengan jaringan bisnis Gulen, termasuk lembaga pendidikan yang terafliasi dengan gerakan Hizmet, dibekukan. Padahal, banyak lembaga pendidikan yang terkait dengan institusi Gulen dikenal punya kualitas terbagus di Turki.

Gulen sendiri merupakan tokoh karismatik sehingga banyak pengikutnya di Turki, termasuk PNS, militer, jaksa, hakim, guru, pengusaha dan kalangan lainnya. Tak ayal, gara-gara tudingan Erdogan terhadap bekas teman dekatnya itu, semua pengikut Gulen diburu dan ditahan. Sedikitnya, sejak terjadi kudeta pada Juli lalu, Turki telah menangkap lebih dari 100.000 tentara, polisi, dan PNS. (*)

BERITA REKOMENDASI