Empat Tersangka Penembakan di Dallas Ditangkap

Editor: KRjogja/Gus

DALLAS (KRjogja.com) – Setelah melakukan pencarian secara intensif, polisi akhirnya berhasil menangkap empat tersangka penembakan 10 petugas keamanan saat terjadi demonstrasi di Dallas. Tiga orang telah ditahan sejauh ini.

Seorang di antaranya adalah perempuan yang berdiri di dekat garasi dan dua pria yang bersembunyi di balik mobil Mercedes berwarna gelap. Keempatnya didapati berada di dekat parkiran Kampus El Centro.

Seperti diwartakan The Guardian, Jumat (8/7/2016), pelaku keempat sempat terlibat baku tembak dengan polisi di lantai dua. Namun, berakhir tewas ditembus timah panas polisi.

“Tersangka yang kami ajak bernegosiasi telah memberi tahu negosiator kami bahwa semua ini akan berakhir. Ketika saat itu tiba, dia akan menyakiti serta membunuh lebih banyak dari anggota kami (para polisi). Dia juga mengatakan sudah menyebarkan bom di beberapa tempat, di sini dan di bawah sana,” kata Kepala Kepolisian Dallas, David Brown.

Ia menjelaskan, penyelidikan masih berlanjut untuk mengetahui motif di balik aksi mereka. “Kami menunggu para pelaku untuk mengaku,” ujarnya.
Sedikitnya lima polisi ditembak mati saat warga tengah memprotes penembakan pria kulit hitam oleh polisi di Dallas. Salah satu petugas yang meninggal telah diidentifikasi sebagai Brent Thompson. Pria berusia 43 tahun itu menjadi polisi pertama Dallas yang tewas dibunuh saat bertugas.

Selain itu, enam orang dilaporkan terluka, lima di antaranya polisi dan seorang warga sipil bernama Shetamia Taylor. Perempuan itu termasuk pengunjuk rasa yang datang bersama anak laki-lakinya. Korban tertembak di kaki, namun lukanya tidak mengancam nyawa.

Sebelum ini, seorang pria bernama Mark Hughes dicurigai sebagai pelakunya. Foto pria itu memegang senapan laras panjang disebarkan ke kantor-kantor Kepolisian Texas. Pria itu akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti bersalah, setelah menyerahkan diri ke kantor polisi. (*)

 

BERITA REKOMENDASI