Erdogan dan Paus Fransiskus Tolak Yerusalem Ibukota Israel

Editor: Ivan Aditya

VATIKAN, KRJOGJA.com – Recep Tayyip Erdogan menjadi Presiden Turki pertama selama 59 tahun yang mengunjungi Paus Fransiskus di Vatikan. Lawatan bersejarah itu diwarnai dengan bentrokan antara polisi dan demonstran di Vatikan.

Dalam pertemuan selama 50 menit dengan Paus Fransiskus, Erdogan membahas masalah Yerusalem, perkembangan di Timur Tengah, khususnya Suriah, terorisme serta dialog antar-agama. Pernyataan resmi Vatikan menyebut perbincangan antara lain soal "status Yerusalem, perlunya meningkatkan perdamaian dan stabilitas di kawasan (Timur Tengah) melalui dialog dan negosiasi, dengan menghormati hak asasi manusia dan hukum internasional."

Baik Erdogan maupun Paus Fransiskus menyatakan bahwa mereka menentang keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kebanyakan sekutu-sekutu Amerika Serikat pun menyatakan hal itu merusak upaya perdamaian di Timur Tengah.

Erdogan dan Paus Fransiskus menyatakan perlunya perlindungan status Yerusalem, kota suci bagi umat Muslim, Kristen, dan Yahudi, sebagaimana ditetapkan resolusi Perserikatan Bangsa-bagnsa dan hukum internasional. Menurut kantor berita Turki Anadolu, Paus Fransiskus menyampaikan penghargaan atas upaya Erdogan terkait Yerusalem, mendukung sikap Turki dan bantuan terhadap para pengungsi. (*)

BERITA REKOMENDASI