Erdogan Menolak Dataran Tinggi Golan Masuk Israel

Editor: Ivan Aditya

TURKI, KRJOGJA.com – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang hendak mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Menurut dia hal itu bakal memicu pertikaian baru, seperti ketika AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Kita tidak bisa membiarkan pendudukan Dataran Tinggi Golan menjadi sah," kata Erdogan dalam rapat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul.

Pemerintah Suriah dan dua sekutunya, Iran dan Rusia, juga mengecam pernyataan Trump. Mereka berjanji bakal merebut kembali kawasan itu dengan segala cara. "Bangsa Suriah akan berusaha membebaskan tanah yang berharga ini dengan segenap cara," demikian pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Suriah, SANA.

Trump menyatakan hendak mengakui Dataran Tinggi Golan, yang merupakan wilayah sengketa, menjadi milik Israel. Kawasan itu diduduki oleh Negeri Zionis pada Perang Enam Hari 1967 dan dicaplok dari Suriah pada 1981.

"Setelah 52 tahun kini saatnya untuk Amerika Serikat mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang mana penting bagi strategi dan keamanan Israel serta kestabilan kawasan," cuit Trump melalui akun Twitter.

Sejumlah pihak menyayangkan langkah Trump soal Dataran Tinggi Golan. Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, menyatakan cemas dengan masa depan setelah sikap Trump itu. "Apa yang akan terjadi di masa mendatang? Ketidakstabilan yang pasti dan pertumpahan darah di kawasan ini," kata Erekat. (*)

BERITA REKOMENDASI