Ethiopia Peringatan Mesir

Editor: Ivan Aditya

ETHIOPIA, KRJOGJA.com – Ethiopia menolak peringatan dari Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi mengenai sebuah bendungan pembangkit listrik tenaga air yang dibangun oleh Ethiopia. Pihak Mesir khawatir jika pembangunan tersebut dapat mengurangi pasokan air dari lembah Sungai Nil.

Berbicara kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers di Addis Ababa, Ethiopia, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Ethiopia, Meles Alem, mengatakan bahwa Ethiopia teguh pada posisinya untuk penggunaan air Sungai Nil secara adil.

Ethiopia sedang membangun sebuah bendungan pembangkit listrik tenaga air sebesar 6.450 megawatt (MW), Bendungan Renaissance Grand Ethiopia, di Sungai Nil Biru yang dikatakannya merupakan bagian dari keinginan Ethiopia untuk menggunakan perairan Nil secara adil dan membantu pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Hal tersebut tentunya menegaskan bahwa dari 86% sumber perairan, Ethiopia perlu menggunakan air Sungai Nil untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sekira 100 juta penduduk negara tersebut. Mesir, sebagian besar negara gurun yang berpenduduk sekira 95 juta orang, sangat bergantung pada air Sungai Nil untuk kehidupan ekonominya.

Sekadar diketahui, Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi mengeluarkan sebuah peringatan keras terhadap Ethiopia pada Sabtu 18 November. Peringatan tersebut terkait sebuah bendungan yang dibangun oleh Ethiopia, yang dapat membatasi pasokan air ke ibu kota Mesir, Kairo.

Mesir khawatir pembangunan tersebut akan mengurangi pasokan airnya dan menghancurkan lahan pertanian. Pembangunan bendungan di sungai-sungai internasional sering menyebabkan perselisihan mengenai dampak hilir. (*)

BERITA REKOMENDASI