Facebook di Myanmar Digunakan untuk Propaganda

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Facebook bakal meninjau ulang operasional mereka di Myanmar. Sikap itu tak lepas dari temuan bahwa Facebook dipakai menjadi alat propaganda tentang Rohingya.

Berbicara di hadapan parlemen Inggris, Chief Technology Officer Facebook Mike Schroepfer tak ragu untuk mengambil kebijakan itu menyusul dampak yang terjadi di Myanmar sangatlah besar.

"Situasi di Myanmar sangat mengerikan. Kami butuh lebih banyak orang di lapangan," ujar Schroepfer.

Facebook mendapat kritik tajam dalam menangani peredaran konten negatif, terutama yang mengandung ujaran kebencian dan kabar bohong. Contoh terburuk terjadi pada kasus Rohingya.

CEO sekaligus pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengakui jejaring sosial buatannya dimanfaatkan dalam kampanye anti-Rohingya di Myanmar. Dalam wawancara kepada Vox, Zuckerberg menyadari ada kekerasan nyata akibat penyalahgunaan itu. (*)

BERITA REKOMENDASI