Facebook Mulai Ditinggal Penggunanya Pasca Pilpres AS?

PERAN media sosial saat ini hampir dapat dipastikan tak bisa terlepas dari unsur sosial maupun politik. Beberapa media sosial populer, seperti Twitter dan Facebook, kerap menjadi sarana masyarakat untuk menyuarakan aspirasi politiknya.

Hal itu juga dianggap lumrah, mengingat media sosial semacam Facebook memang memungkinkan hal tersebut. Namun, dalam situasi tertentu, aspirasi yang diunggah bisa menjadi lebih ramai dari biasanya.

Salah satu kondisi tersebut adalah saat pemilihan umum. Saat pemilihan umum, hampir dapat dipastikan pengguna Facebook akan berbagi pandangan politik termasuk dukungan pada salah satu calon.

Awalnya, keadaan itu memang dimungkinkan dan wajar. Namun unggahan yang bersifat menjatuhkan dan kabar-kabar palsu membuat sebagian pengguna Facebook memilih rehat dari jejaring sosial tersebut.

Hal itu sudah dilakukan oleh beberapa pengguna Facebook asal Amerika Serikat setelah proses pemilu berjalan. Perbedaan pendapat atau pandangan yang begitu mencolok ternyata dianggap sudah tak sehat lagi.

Dikutip dari laman USA Today, Minggu (20/11/2016), salah satu suporter Donald Trump, Lydia Fielder, merasa perlu untuk unfollow sejumlah temannya.

Meskipun ia turut mengatur media sosial saat kampanye, Fielder tetap merasa keributan yang terjadi tak positif. Tren unfollow atau unfriend di Facebook memang nyata terjadi saat pemilu semacam ini, tapi Facebook sendiri tak memiliki data tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI