Fitur Baru Alibaba Menuai Kecaman

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – Perusahaan Alibaba menjadi menjadi sorotan, lantaran unit bisnisnya yang bernama Alibaba Cloud dituding membuat teknologi untuk mendeteksi wajah manusia berdasarkan etnis, salah satunya kaum minoritas Muslim Uighur.

Hal itu dibongkar oleh sebuah perusahaan riset pengawasan yang berbasis di Amerika Serikat (AS), IPVM. Laporan IPVM mengatakan perangkat lunak yang mampu mengidentifikasi warga Uighur tersebut muncul di layanan moderasi konten Cloud Shield Alibaba untuk situs web.

Alibaba menggambarkan Cloud Shield sebagai sistem yang ‘mendeteksi dan mengenali teks, gambar, video, dan suara yang berisi pornografi, politik, terorisme kekerasan, iklan, dan spam, serta memberikan verifikasi, penandaan, konfigurasi khusus, dan kemampuan lainnya.’

Catatan teknologi pengenal wajah itu juga bisa memunculkan kode ‘apakah si pengguna itu Uighur’. Akibatnya, jika seorang warga Uighur menyiarkan langsung video di situs web yang mendaftar ke Cloud Shield, perangkat lunak tersebut dapat mendeteksi bahwa pengguna adalah orang Uighur dan muncul rekomendasi untuk video itu ditinjau atau dihapus.

Dalam sebuah pernyataannya Alibaba berdalih dan mengaku kecewa kepada unit bisnisnya tersebut, karena telah mengembangkan tekonologi pengenalan wajah yang dianggap dapat menandai etnis tertentu.

“Diskriminasi ras atau etnis dalam bentuk apapun merupakan pelanggaran kebijakan dan nilai Alibaba. Kami kecewa mengetahui bahwa Alibaba Cloud mengembangkan teknologi wajah namun menyertakan sebagian etnis,” dalih Alibaba. (*)

BERITA REKOMENDASI