Gara-gara Disfungsi Ereksi, Terdakwa Kasus Pemerkosaan Bebas dari Tuduhan

Editor: Ivan Aditya

SINGAPURA, KRJOGJa.com – Pengadilan Banding Singapura membebaskan seorang dokter bernama Wee Teong Boo dari tuduhan memperkosa pasiennya. Ia dibebaskan lantaran bukti medis menunjukkan bahwa Wee menderita disfungsi ereksi pada saat dugaan pemerkosaan terjadi.

Awalnya, Wee diadili pada Februari tahun lalu dengan tuduhan memerkosa dan menganiaya seorang pasien perempuan berusia 23 selama konsultasi di sebuah klinik pada Desember 2015.

Pada persidangan Februari lalu, Pengadilan Tinggi membebaskannya dari tuduhan pemerkosaan. Namun ia dinyatakan bersalah atas tuduhan yang lebih rendah, yakni kekerasan seksual melalui penetrasi dan menganiaya pasien. Wee kemudian dijatuhi hukuman penjara 10 tahun.

Kemudian, pada Rabu kemarin, Pengadilan Banding menguatkan pembebasan dakwaan pemerkosaan dan membatalkan hukuman atas kekerasan seksual dan penganiayaan pasien.

Dalam persidangan itu, penuntut meminta agar pengadilan menghukum Wee dengan tuduhan pemerkosaan dan menambah hukumannya.

Sedangkan pihak pembela meminta pembebasan tuduhan pemerkosaan dan membatalkan hukuman atas kekerasan seksual dan penganiayaan.

Dalam persidangan, Ketua Hakim Sundaresh Menon, bersama dengan Hakim Banding Steven Chong dan Belinda Ang, mengatakan bahwa berdasarkan bukti medis dengan jelas menunjukkan bahwa Wee memang menderita disfungsi ereksi pada saat dugaan pemerkosaan. (*)

BERITA REKOMENDASI