Gencar Lawan Korupsi, Pangeran Saudi Justru Beli Lukisan Mahal

Editor: KRjogja/Gus

ABU DHABI (KRjogja.com) – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menghabiskan uang USD450 juta (sekira Rp5,9 triliun) untuk memiliki lukisan Leonardo Da Vinci. Pria yang belakangan gencar mengkampanyekan anti korupsi itu membeli lukisan tersebut lewat saudara jauhnya.

Namun, menurut seorang sumber di komunitas intelijen pemerintah Amerika Serikat (AS), pihak yang menjual lukisan itu tidak teridentifikasi. Mohammed diketahui meminta Pangeran Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al Saud untuk mengambil alih transaksi tersebut. Kutipan dokumen transaksi itu berhasil diungkap oleh New York Times.

Menurut rumah lelang Christie's, lukisan tersebut akan terbang ke Louvre Abu Dhabi, museum seni di Uni Emirat Arab (UEA). Lewat cuitan di akun Twitter, rumah lelang Christie’s mengumumkan bahwa lukisan sudah tiba di tempat tujuan pada Jumat 8 Desember.

Christie's menolak berkomentar soal pembelinya. Sementara Pangeran Bader, menyebut kabar yang diberitakan The New York Times tersebut tidak akurat dan aneh. Dalam pernyataan resmi, Pangeran Bader menerangkan bahwa tidak disebutkan alamat atau di mana lukisan itu dibeli.

Melansir dari Bangkok Post, Sabtu (9/12/2017), pembelian lukisan tersebut telah memecahkan rekor atas nama sang putra mahkota. Fakta tersebut menjadi kontradiksi mengingat Pangeran Mohammed bin Salman gencan menyerukan anti korupsi, yang juga menjerat beberapa anggota keluarga kerajaan.
Pada 15 November, Mohammed memerintahkan penahanan di luar hukum atas setidaknya 200 pengusaha, pejabat, dan anggota kerajaan di Hotel Ritz-Carlton. Dia ‘memaksa’ mereka untuk membayar lebih dari ratusan miliar dolar untuk menghindari tuntutan dan menjamin kebebasan mereka.

Lukisan Leonardo itu bernama "Salvador Mundi". Karya zaman Renaisans itu adalah penggambaran hormat akan Yesus Kristus.

Bader sendiri tidak punya sumber kekayaan yang diketahui publik. Akibatnya, tidak ada yang tahu bagaimana ia bisa membeli lukisan mahal tersebut.

Ditambah lagi, Bader juga tidak memiliki sejarah publik sebagai kolektor seni utama. Namun ia merupakan teman lama putra Raja Salman itu. Terakhir, ia kerap menjadi agen untuk Mohammed, salah satunya untuk pembelian sebuah komplek resor. (*)

BERITA REKOMENDASI