Harga Minyak Dunia Anjlok 20 Persen

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Harga minyak mentah sepanjang November 2018 anjlok lebih dari 20 persen. Pelemahan terparah selama lebih dari satu dekade itu dipicu oleh membanjirnya pasokan melampaui permintaan.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup di level US$58,71 per barel pada Jumat (30/11/2018) lalu. Secara harian, Brent melemah 1,3 persen atau US$0,8 per barel. Pelemahan di penghujung bulan juga dialami oleh harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar 1 persen atau US$0,52 per barel menjadi US$50,93 per barel.

Di awal bulan harga Brent dan WTI masing-masing masih berada di level US$72,89 dan US$63,69 per barel. Selain sentimen terhadap membanjirnya pasokan, pelemahan di akhir bulan lalu juga terjadi akibat menguatnya dolar AS. Namun, penurunan harga tertahan oleh ekspektasi terhadap Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia untuk sepakat memangkas produksinya pada pekan depan.

Harga minyak dunia tertekan oleh penguatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang negara lain. Penguatan dolar AS terjadi seiring harapan investor terhadap AS dan China yang akan mencapai kata sepakat terkait kebijakan perdagangan. Sebagai catatan, penguatan dolar AS akan membuat harga komodtas yang diperdagangkan dengan dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi konsumen yang memegang mata uang negara lain. (*)

BERITA REKOMENDASI