Harga Minyak Mentah Dunia Merosot

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Harga minyak mentah dunia merosot ke bawah US$60 per barel pada perdagangan Rabu (28/11/2018), waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan dipicu oleh kenaikan stok minyak mentah AS yang terjadi selama sepuluh pekan berturut-turut, di tengah kekhawatiran membanjirnya pasokan minyak global.

Harga minyak mentah berjangka Brent merosot US$0,32 atau 0,5 persen menjadi US$59,89 per barel. Selama sesi perdagangan berlangsung, harga Brent sempat tertekan ke level US$59,03 per barel.

Pelemahan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$0,25 menjadi US$51,31 per barel. Posisi itu naik dari level terendah selama sesi perdagangan berlangsung, US$50,61 per barel.

Harga minyak mentah harian berhasil pulih dari tekanan berkat reli yang terjadi di pasar saham. Kinerja pasar saham menanjak menyusul pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell terkait risiko terhadap perekonomian Negeri Paman Sam yang relatif berimbang. Hal itu menjadi sinyal laju kenaikan suku bunga acuan AS bakal melambat dalan beberapa bulan ke depan.

Selama tiga hari terakhir, investor mulai banyak membeli komoditas minyak yang harganya tengah menurun. Dalam pidatonya, Powell menyatakan The Fed tidak memiliki alur kebijakan yang telah disusun sebelumnya (pre-set). Hal ini menandakan terkereknya suku bunga acuan bank sentral yang terus terjadi dapat melambat pada beberapa bulan ke depan.

Powell kerap dikritik oleh Presiden AS Donald Trump yang selama beberapa dekade cenderung menyerang kebijakan The Fed. "Ia (Powell) sekarang menyadari bahwa ia cenderung netral yang menandakan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan di masa depan tidak sebanyak yang diyakini investor. Ini benar-benar merupakan perubahan bahasa dan kabar yang disambut oleh investor," ujar Direktur Investasi Cresset Wealth Advisors Jack Ablin. (*)

BERITA REKOMENDASI