Harga Rokok di Selandia Baru Mencapai Rp 191.000 Perbungkus

Editor: Ivan Aditya

JIKA wacana harga rokok ditanah air yang mencapai Rp 50 ribu dianggap mahal, ternyata ada negara lain yang menjual produk tersebut jauh lebih mahal lagi. Di Selandia Baru misalnya, rokok paling murah dijual dengan harga 14,7 dollar atau seharga Rp 191.000 per bungkus. Bahkan rokok di negara tersebut termasuk golongan barang mewah.

Pajak yang dikenakan khusus untuk rokok di Selandia Baru pun setiap tahunnya terus meningkat. Karena itu, banyak penduduk yang berhenti merokok dengan alasan harga beli yang mahal tersebut.

Di Norwegia, pemerintah juga mematok harga selangit untuk rokok. Padalah jika dilihat dari kultur tradisinya, pendukuk Norwegia bukanlah masyarakat yang kecanduan rokok seperti Indonesia. Namun karena takut bila rokok menjadi murah dan banyak warga yang mencoba dan ketagihan, pemerintah Norwegia mematok harga Rokok degan harga tinggi.

Negara yang hanya berpenduduk sekitar 5 juta jiwa itu menjual rokok dengan harga paling murah pada kisaran 14,5 dollar atau sekitar Rp 188.500 per bungkus. Untuk menjauhkan rakyat dari ketagihan rokok, pemerintah Norwegia telah menetapkan kebijakan yang sangat berani yakni denda sebesar 5,5 ribu dollar atau setara 75 juta pada akhir tahun bagi semua warganya yang terbukti menghabiskan rokok lebih dari satu bungkus per hari.

Di inggris, pemerintah mematok harga rokok 10 Poundsterling atau Rp 160.000 per bungkus. Sementara di Islandia, rokok dipatok dengan harga 9,5 dollar atau Rp. 123.000 per bungkus. Harga yang terbilang murah dibanding negara lainnya.

Islandia memberlakukan peraturan yaitu anak di bawah usia 18 tahun dilarang merokok di manapun tanpa pengecualian. (*)

BERITA REKOMENDASI