Hari Ini 18 Kloter Bergerak ke Mekkah

MADINAH, KRJOGJA.com – Sebanyak 20 kloter yang membawa 8.123 jemaah haji dari sejumlah embarkasi di tanah air akan tiba di Bandara AMMA Madinah, Rabu (17/7) ini. Selain itu, ada 18 kloter dengan 7.388 jemaah haji akan didorong dari Madinah ke Mekkah di hari yang sama.

"Tercatat hingga kemarin jumlah jemaah yang tiba mencapai 170 kloter dengan 68.947 jemaah. Sementara untuk yang diberangkatkan ke Mekkah sudah ada 23 kloter dengan jumlah 9.624 jemaah," ucap Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Akhmad Jauhari kepada tim Media Center Haji (MCH), Rabu (17/7/2019).

Angka tersebut menurut Jauhari sudah mengarah pada puncak jemaah haji di Madinah untuk gelombang I. Nantinya secara bertahap jemaah akan berkurang seiring pendorongan ke Mekkah hingga akhir kedatangan gelombang I pada 20 Juli nanti.

"Setelah akhir pendaratan gelombang I, sambil menunggu akhir Arbain nantinya semua akan digeser ke Mekkah untuk melaksanakan puncak ibadah haji," sambungnya.

Selama pendorongan ke Mekkah ini sebut Jauhari secara umum tidak ditemukan kendala signifikan. Ketika jemaah mematuhi anjuran petugas, proses pendorongan dapat berjalan lancar. Seperti halnya jika proses pendorongan dilaksanakan usai salat Dhuhur atau Ashar sebagai akhir Arbain, jemaah dianjurkan untuk sudah mengenakan kain ihram saat salat berjamaah.

"Begitu pulang dari masjid, jemaah sudah siap dan langsung menuju bus," jelasnya.

Hanya saja dikatakan Jauhari selama tiga hari masa pendorongan sejak Minggu (14/7/2019), masih dijumpai sebagian kecil jemaah yang belum mengindahkan himbauan tersebut. Akibatnya hal itu menghambat pergerakan jemaah Madinah ke Mekkah.

"Dalam rombongan itu ada satu saja ada yang belum siap, mereka tidak bisa berangkat. Haru menunggu karena tidak dapat ditinggal. Kecuali jika ada permasalahan dokumen, barulah bisa tidak diberangkatkan," ungkap Jauhari.

Dalam tiga hari masa pergeseran sudah ditemukan dua jemaah yang dokumennya berupa paspor terselip di muassasah. Namun demikian selang hari, dokumen tersebut ditemukan sehingga jemaah yang tertinggal bisa langsung disusulkan. (Feb)

BERITA REKOMENDASI