Hasil Autopsi Ungkap Kematian Floyd karena Henti Jantung

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Hasil autopsi menunjukkan George Floyd tewas karena kardiopulmoner atau henti jantung. Leher Floyd tertekan selama lebih dari delapan menit ketika diinjak dengan lutut pada lehernya oleh Polisi Amerika. Laporan dr Andrew Baker mengatakan kendati demikian kesimpulan tersebut tidak bisa dikatakan sebagai penyebab utama kematiannya.

Autopsi yang dilakukan oleh keluarga Floyd juga menunjukkan sejumlah memar dan luka di kepala, wajah, mulut, bahu, lengan dan kaki. Tidak ditemukan bukti bahwa luka-luka tersebut secara langsung menjadi penyebab kematiannya.

Hasil toksikolofi menemukan tingkat fentanil dan metamfetamin sedang. Pihak keluarga sepakat untuk melakukan autopsi mandiri lantaran tidak puas dengan hasil sebelumnya yang mengatakan jika Floyd meninggal karena sesak napas.

Hasil autopsi sebelumnya mengarah kepada tindakan pembunuhan setelah petugas kepolisian, Derek Chauvin mengunci bagian antara leher dan punggung secara berlebihan hingga menyebabkan aliran darah ke otak berkurang. Chauvin berlutut di leher Floyd selama 8 menit dan 46 detik, berdasarkan pengaduan yang disampaikan kepada Kantor Kejaksaan Kabupaten Hennepin. (*)

BERITA REKOMENDASI