Hasil Investigasi Awal Perbudakan ABK WNI ke Indonesia

Satu hal yang China sebut adalah kontrak antara pegawai dan perusahaan. Penyelesaian dibuat berdasarkan hukum dan kontrak tersebut.

“Tiongkok berkenan bersama pihak Indonesia untuk terus mendorong pihak-pihak yang relevan menjalankan tanggung jawab masing-masing dan menjaga komunikasi secara proaktif, agar masalah yang terkait dapat diselesaikan secepat dan sebaik mungkin berdasarkan hukum dan peraturan serta kontrak komersial,” ujar Kedubes China.

Kementerian Luar Negeri mengakui para ABK tidak mendapat perlakuan manusiawi saat bekerja di kapal Long Xin dari China dan jam kerja mereka bisa melebihi 18 jam sehari.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah mengkonfirmasi nasib ABK di kapal Long Xin 629 milik China. Sejumlah kabar yang beredar mengenai kondisi pekerjaan ABK ternyata benar adanya.

Tak hanya ada ABK yang meregang nyawa dan dilarung ke lautan, mereka juga tidak menerima gaji. Kisah ini Menlu Retno dengarkan langsung dari para penyintas.

“Ada permasalahan gaji. Sebagian dari mereka belum menerima gaji sama sekali sebagian lainnya menerima gaji namun tidak sesuai dengan angka yang disebutkan di dalam kontrak yang mereka tanda tangani,” ujar Menlu Retno pada konferensi pers virtual, pada 10 Mei lalu.

BERITA REKOMENDASI