Heboh Virus Korona, Waspada Penerbangan dari China!

DALAM mengantisipasi virus korona, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono mengatakan perhatian yang lebih akan diberikan di bandara-bandara yang memiliki penerbangan langsung dari China.

Mengutip dari BBC News Indonesia, Selasa (21/2/2020), Anung juga menyatakan saat ini sudah ada anjuran perjalanan, atau travel advisory, terkait perjalanan ke China, namun ini belum sampai pada tingkat peringatan perjalanan, atau travel warning.

Anung menjelaskan agar para pelancong waspada terhadap gejala-gejala pneumonia akibat virus korona, seperti terjadinya penurunan kondisi yang cepat, sesak, bahkan hingga tidak sadarkan diri.

Dia menambahkan, vaksin pneumonia yang ada di Indonesia tidak untuk mencegah virus korona yang baru terdeteksi ini.

Di luar China, virus itu telah menyebar ke beberapa negara di Asia, termasuk dua kasus yang terdeteksi di Thailand, satu di Jepang, dan satu lainnya di Korea Selatan.

Sedangkan di Vietnam, dua pendatang dari China dikarantina akibat menunjukkan gejala-gejala terkait penyakit itu.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno Hatta Anas Ma'ruf memastikan pihaknya telah menerapkan anjuran dari Kemenkes.

Ia menambahkan bahwa pintu masuk ke Indonesia berjumlah 135, termasuk 35 di antaranya yang merupakan bandara internasional.

"Petugas kita juga di-update dengan informasi, dilatih, dan sebagainya sehingga ada kesiapsiagaan," ujar Anas.

Hingga saat ini, Anas mengungkapkan bahwa pihaknya belum menemukan orang yang tertangkap oleh pemindai suhu yang mengarah ke penyakit akibat virus korona

Sementara Ketua Departemen Epidemiologi di Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan alat pemindai suhu tubuh efektif hanya sebatas mendeteksi orang-orang yang telah mengalami gejala-gejala terkait penyakit itu.

Sedangkan orang-orang yang kemungkinan telah terjangkiti, namun belum menunjukkan gejala, tidak akan terdeteksi.

Tetapi, tambah Miko, karena penularannya belum diketahui secara pasti, sehingga memang pemantauan menggunakan alat itu memang menjadi salah satu cara andalan dalam langkah pencegahan penyebaran.

"Paling tidak yang masuk sakit bisa terdeteksi dan kemudian dapat diisolasi," jelasnya.

 

BERITA REKOMENDASI