Hillary Desak Trump Ajak Korut Berunding

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Mantan kandidat presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton, mendesak pemerintahan Donald Trump untuk menyelesaikan konflik dengan Korea Utara melalui perundingan karena ancaman berperang hanya akan membahayakan negara.

“Tidak perlu bagi kita untuk bersikap agresif dan lantang,” tutur Clinton dalam sebuah forum di Seoul, Korea Selatan.

Ketegangan di Semenanjung Korea memuncak setelah Korut meluncurkan uji coba nuklir keenam pada awal September lalu. Sejak itu AS dan Korut melalui kedua pemimpinnya, Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un, terus silih ancam perang dan hinaan.

Trump bahkan beberapa kali menyebut Jong-un sebagai “manusia roket yang ingin bunuh diri dengan senjata nuklirnya” melalui akun Twitter. Menurut Clinton, hinaan dan sikap agresif AS tersebut hanya akan menguntungkan Korut.

Mantan menlu AS era pemerintahan Barack Obama ini menganggap, hinaan dan ancaman terhadap Korut hanya memperkecil kesempatan berdialog dengan negara terisolasi itu. “Berkelahi dengan Kim Jong-un hanya membuat dia tersenyum. Hinaan di Twitter hanya menguntungkan Korut. Saya tidak berpikir mereka menguntungkan AS,” kata Clinton. (*)

BERITA REKOMENDASI