Hillary Sponsori Fenomena Arab Spring

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Sebuah dokumen rahasia yang dipublikasikan oleh Breitbart News mengungkapkan Hillary Clinton secara diam-diam mensponsori fenomena Arab Spring di Timur Tengah. Fenomena Arab Spring berhasil membuat sejumlah diktator di kawasan itu bertumbangan dan memicu peperangan yang hingga saat ini masih berkobar.

Dalam dokumen tersebut diketahui jika Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di bawah komando Hillary Clinton mengembangkan program yang difokuskan pada kelompok radikal. Kelompok ini, termasuk Ikhwanul Muslimin, diberikan pelatihan untuk menggulingkan pemerintahan dengan menggunakan media sosial.

Program yang dikenal dengan nama Konferensi Gerakan Aliansi Pemuda dimana salah satu pendirinya adalah penasehat dekat Hillary, Jared Cohen. Program ini dimulai di bulan-bulan terakhir kepemimpinan Presiden Bush dan diselenggarakan di Columbia Law School di New York. Dalam sebuah dokumen diketahui jika seorang aktivis Mesir diundang untuk berbicara di Kongres AS pada Resolusi Kongres 1303 tentang hak-hak politik dan agama di Mesir.

Program ini kemudian dilanjutkan oleh Hillary Clinton dengan mengadakan kegiatan serupa di Mexico City pada 16 Oktober 2009. Menggandeng Google, Facebook, dan perusahaan teknologi lainnya acara ini ditujukan kepada para aktivis yang tertarik untuk membuat perubahan menggunakan sarana video.

Pada akhirnya, program ini melahirkan Movements.org pada tahun 2011 yang mendapatkan kredit sendiri pada runtuhnya rezim Hosni Mubarak di Mesir. Para aktivis dapat berkoordinasi dengan cepat tanpa diketahui rezim Mubarak dan aksi mereka tidak bisa direspons dengan tepat oleh pejabat negara. (*)

BERITA REKOMENDASI