Hongkong Ajari Amerika Cara Tangani Demonstran

Editor: Ivan Aditya

HONGKONG, KRJOGJA.com – Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menyoroti pemerintahan Trump dalam menanggapi aksi protes menuntut gelombang protes anti-rasialis yang tengah melanda AS.

“Dalam beberapa pekan terakhir, kami melihat jelas adanya standar ganda. Anda tahu ada kerusuhan di AS dan kami melihat bagaimana pemerintah setempat bereaksi. Dan kemudian di Hong Kong ketika kami mengalami kerusuhan serupa, kami melihat posisi apa yang mereka adopsi saat itu,” ujar Lam seperti mengutip AFP.

Baik pejabat China maupun Hong Kong memanfaatkan kerusuhan yang melanda AS untuk saling menyerang. AS sebelumya mengeluarkan pernyataan terhadap aksi protes pro-demokrasi di Hong Kong dan rencana hukum keamanan nasional China.

Pekan lalu, parlemen China menyetujui RUU yang menghukum upaya pemisahan diri, subversi kekuasaan negara, terorisme, tindakan yang membahayakan keamanan nasional, dan memungkinkan lembaga keamanan China beroperasi secara terbuka di Hong Kong.

Beijing mengatakan UU anti-subversi yang akan memotong legislatif Hong Kong ini diperlukan untuk mengatasi upaya terorisme dan separatisme. Pengunjuk rasa khawatir UU itu akan membawa penindasan politik ala China ke Hong Kong, yang seharusnya menjamin kebebasan dan otonomi selama 50 tahun setelah penyerahannya dari Inggris ke China pada 1997. (*)

BERITA REKOMENDASI