Hubungan Raja Malaysia dan Perdana Menteri Mulai Renggang

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, semakin goyah setelah raja menolak usulannya untuk menerapkan status darurat nasional guna mengatasi gelombang lanjutan infeksi virus corona (Covid-19).

Mulanya jika usul itu disetujui, maka kegiatan parlemen harus ditunda untuk sementara dan dia bisa mengelak dari mosi tidak percaya yang diajukan pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim.

Sejumlah pimpinan partai dari koalisi Perikatan Nasional (PN) hadir dalam rapat di Kantor Perdana Menteri. Namun, Presiden Partai Organisasi Bangsa Melayu (UMNO), Zahid Hamidi, yang menjadi bagian dari koalisi tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Zahid mengatakan bahwa dia tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut karena merasa tidak enak badan. “Saya kurang sehat dan sakit perut terus-menerus selama beberapa pekan terakhir dan lagi, tadi malam. Saya akan pergi ke dokter,” ujarnya.

Usai rapat, Muhyiddin menyatakan menerima keputusan raja. “Prioritas kabinet dan pemerintahan saat ini adalah untuk melindungi rakyat dari wabah Covid-19,” kata Muhyiddin. (*)

BERITA REKOMENDASI