Hukuman ‘Kamp Pendidikan’ untuk Pekerja Seksual di China Resmi Diakhiri

BEIJING, KRJOGJA.com  – Pemerintah China mengakhiri sistem hukuman bagi pekerja seks komersial (PSK) sejak 29 Desember 2019.

Sebelumnya, polisi bisa menahan PSK dan klien mereka selama dua tahun di sebuah tempat yang disebut China sebagai kamp pelatihan dan pendidikan.

Di kamp pendidikan, para tahanan dipaksa bekerja. Mereka diduga membuat mainan dan barang-barang rumah tangga.

Menurut Xinhua, media pemerintah China, mengutip BBC, Senin (30/12/2019) para tahanan yang masih ditahan akan dibebaskan. Namun prostitusi tetap ilegal di China. Jika kedapatan menjalankan usaha seks komersial, pelaku akan ditahan hingga 15 hari di tahanan dan denda hingga 5.000 yuan (sekira Rp9,9 juta).

Xinhua mengklaim bahwa sistem penjagaan dan pendidikan di kamp pendidikan telah membantu menjaga atmosfer sosial yang baik dan ketertiban umum sejak sistem tersebut diperkenalkan lebih dari 20 tahun yang lalu.

Tidak efektif?

Meski demikian sebuah studi dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Asia Catalyst pada 2013 mempertanyakan apakah skema kamp pendidikan bagi para PSK ini efektif.

Laporan tersebut berisi laporan dari 30 pekerja seks perempuan dari dua kota di China.

Dikatakan dalam laporan itu bahwa tahanan tidak mempelajari keterampilan baru selama penahanan, sebagai penilaian yang dapat membantu pembebasan mereka. Laporan itu menambahkan bahwa para tahanan biasanya melakukan kerja kasar.

"Semua pekerja seks yang kami wawancarai kembali ke perdagangan seks setelah dibebaskan," bunyi laporan itu.

Sementara laporan Human Rights Watch pada 2013 yang telah mewawancarai 140 pekerja seks, klien, polisi dan pakar, menemukan pengakuan dari pekerja seks bahwa mereka dipukuli oleh polisi untuk mengaku.

Seorang pekerja mengaku telah ditipu untuk menandatangani pengakuan.

"Polisi mengatakan kepada saya bahwa [pengakuan] itu baik-baik saja, yang perlu saya lakukan hanyalah menandatangani dan mereka akan membebaskan saya setelah empat atau lima hari," katanya.

"Sebaliknya, saya dikurung di Pusat Penahanan dan PenPusat Penahanan dan Pendidikan selama enam bulan," lanjut dia.

 

 

 

BERITA REKOMENDASI