HUT Ke 30, Hamas Batalkan Putusan AS Soal Yerusalem

GAZA, KRJOGJA.com – Puluhan ribu warga Palestina, termasuk ratusan orang bersenjata berkumpul di Gaza untuk memperingati 30 tahun pendirian kelompok Hamas. Dalam peringatan yang berlangsung pada Kamis, 14 Desember itu, pimpinan Hamas bersumpah untuk membalikkan pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalems sebagai Ibu Kota Israel.

"Kami akan menjatuhkan keputusan Trump. Tidak ada negara adikuasa yang mampu menawarkan Yerusalem kepada Israel, tidak ada Israel yang seharusnya memiliki ibu kota bernama Yerusalem. Jiwa kita, darah kita, anak-anak kita dan rumah kita adalah korban untuk Yerusalem, " kata Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (15/12/2017).

"Kami berbaris menuju Yerusalem, mengorbankan jutaan martir di sepanjang jalan," seru Haniyeh yang diikuti oleh massa yang berkumpul.

Di hari yang sama Israel menutup perbatasan dengan Gaza sebagai respons atas roket yang setiap hari ditembakkan Hamas ke wilayah Negara Zionis itu sejak pengumuman pengakuan pada 6 Desember. Israel juga melakukan serangan udara yang menghantam fasilitas Hamas setelah tembakan roket yang terakhir.

Dua dari roket yang ditembakkan Hamas dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome Israel sementara satu roket lainnya menghantam sebuah daerah terbuka di selatan Israel. Dilaporkan tidak ada korban yang jatuh di kedua belah pihak.

Setidaknya 15 roket telah ditembakkan ke wilayah selatan Israel sejak Washington mengumumkan pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina pada 6 Desember. Tidak ada korban dari serangan-serangan tersebut. Sementara serangan udara Israel yang dilakukan sebagai pembalasan tembakan roket dilaporkan telah menewaskan dua pria Palestina. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI