Ibadah Haji Butuh Keikhlasan

Editor: Ivan Aditya

MAKKAH, KRJOGJA.com – Di dalam Alquran, hanya ibadah haji yang diawali dan diakhiri dengan kata Lillahi. Sebab haji menjadi ibadah yang tidak bisa dipikirkan sebabnya serta tujuannya sehingga harus didasari keikhlasan pada Allah SWT.

"Misalnya kenapa tidak boleh pakai celana dalam atau pakaian berjahit untuk pria. Kenapa juga ada lontar jumrah. Semua itu harus dasarnya ketulusan dan keikhlasan," ucap KH Mustofa Aqil Siradj di hadapan jemaah haji Indonesia, Jumat (09/08/2019) malam.

Selain itu haji yang dibarengi umrah juga menjadi ibadah yang Nabi Muhammad SAW saja sampai minta didoakan. Hal itu bisa dilihat dari riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW minta didoakan saat Umar bin Khattab berpamitan untuk umrah di Makkah.

"Haji itu merangkum ibadah nabi pertama dan terakhir. Diawali dari Nabi Adam, diteruskan Nabi Ibrahim dan disempurnakan Nabi Muhammad SAW. Sehingga orang yang berhaji akan mendapat amal dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW," ucap menantu almaghfurlah KH Maimoen Zubair tersebut. (Feb)

BERITA REKOMENDASI