Imbas Bom Korut, Pemerintah dan Waga Jepang Bangun Bunker

TOKYO, KRJOGJA.com – Seringnya Korea Utara (Korut) melakukan uji coba bom nuklir membuat negara tetangganya khawatir, termasuk Jepang. Hal tersebut membuat Pemerintah Jepang mengutamakan keamanan warga sipil jika Korut berpikiran untuk meledakkan bom nuklir tersebut ke Jepang mengingat Korut seringkali mengklaim akan membuat rudal balistik antarbenua.

Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, menanggapi ketakutan tersebut dengan memberikan jaminan bahwa mereka bekerja keras untuk memenuhi kewajibannya yaitu membela bangsa tersebut.

Namun beberapa pihak memprotes pernyataan Abe. Mereka menilai, jaminan perlindungan pemerintah justru secara tidak langsung memicu kekhawatiran berlebihan di kalangan warga Jepang. Salah satu contohnya, peristiwa yang terjadi pada 29 April di jaringan kereta bawah tanah Tokyo. Pihak stasiun menutup semua jalur kereta api selama sekira 10 menit sebagai tanggapan berita peluncuran misil Korut. Sementara sebagian masyarakat melihat bahwa di Seoul, ibu kota Korea Selatan, yang lebih dekat dengan Korut, tidak ada tindakan berlebihan seperti itu.

Selain itu, beberapa pemerintah daerah sekarang mulai membuat pelatihan umum. Pada 11 Juni misalnya, sebuah bor dinyalakan di depan sekolah di Kota Fukuyama untuk menimbulkan bunyi mengganggu yang diibaratkan sebagai peringatan bom. Hal tersebut merupakan cara latihan jika sewaktu-waktu ada bom dari Korut yang menyerang mereka. Sekira 150 warga lanjut usia berkumpul di halaman luar sebuah sekolah dasar. Mereka kemudian masuk ke ruang gimnasium sekolah yang menjadi titik evakuasi.

Beda lagi dengan beberapa kota lainnya. Di Chiyoda, Tokyo, area kota yang terdapat Istana Kekaisaran dan tempat pemerintahan, melakukan persiapan pertahanan dengan menyiapkan rudal khusus.

Baru-baru ini, politisi partai yang memerintah, Ryota Takeda, memimpin Tim Studi Perlindungan Sipil. Tim ini memilih bangunan dan area bawah tanah sebagai tempat perlindungan jika terjadi serangan rudal atau bencana serupa. Tempat penampungan bawah tanah tersebut dibangun untuk pertahanan sipil tertentu. (*)

BERITA REKOMENDASI