Indonesia Kecam Keras Ambisi Israel Caplok Tepi Barat Palestina

Presiden Palestina Mahmud Abbas langsung memutuskan kerjasama keamanan dengan Israel di Tepi Barat. Sedangkan Raja Abdullah bin Husain dari Yordania mengatakan bila aneksasi itu terjadi, dirinya mengancam akan menarik diri dari perjanjian damai dengan Israel yang ditandatangani pada 1994.

Mantan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Situasi Hak Asasi Manusia di Palestina, Makarim Wibisono, mengatakan penyelesaian konflik Palestina-Israel yang ideal adalah berdasarkan Perjanjian Oslo yang ditandatangani pada 1993 oleh pemimpin PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) Yaser Arafat dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin.

Dia meyakini gagasan damai seperti bikinan Presiden AS Donald Trump tidak akan menyelesaikan persoalan antara Palestina dan Israel.

Dalam Perjanjian Oslo, PLO mengakui keberadaan negara Israel dan Israel mengakui PLO sebagai perwakilan rakyat Palestina. Perjanjian ini menjadi awal pembentukan Otoritas Palestina yang berwenang memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Meski begitu, Perjanjian Oslo gagal melahirkan negara Palestina merdeka dan berdaulat.

“Ini bukan win-win solution karena concern-concern Palestina yang tercermin di dalam Perjanjian Oslo. Ini semacam langkah-langkah baru di mana concern dari Israel itu mendapat tempat yang kokoh,” ujar Makarim. (*)

BERITA REKOMENDASI