Indonesia Mendobrak Pasar Kopi Spesialti Australia

”Saya yakin IA-CEPA adalah salah satu alasannya. Tahun lalu Indonesia berhasil meningkatkan volume ekspor, dan menurunkan defisit perdagangan menjadi USD 240 juta (dari USD 300 juta pada 2019), namun kita tetap perlu bekerja sama untuk mempersempit defisit perdagangan”, lanjut Direktur Astimpas Kemlu tersebut yang mendapatkan gelar S-3 di Monash University, Australia.

Dalam penyampaian pidato kunci tersebut Santo menegaskan bahwa salah satu keuntungan IA-CEPA adalah penghapusan tarif impor menjadi 0% lebih dari produk Indonesia ke Australia, termasuk produk pertanian dan kehutanan seperti kopi.

Kemlu dan kementerian/lembaga RI terkait bermaksud menjadikan kopi untuk lebih dikenal lagi secara global. Sebagai salah satu produsen terbesar di dunia dan memiliki biji kopi terbaik diantaranya Sumatera Gayo, Toraja, Bali Blue Moon, Kintamani, Sulawesi Kalossi. ”Australia merupakan pasar yang masih perlu digarap pelaku bisnis Indonesia”, ujar Santo.

Pandangan Kemlu tersebut disambut baik oleh Rebecca Hall, Commissioner Victoria Australia untuk Asia Tenggara. Dijelaskan oleh Rebecca bahwa dunia sudah 1 (satu) tahun merasakan dampak pandemi dan industri industri kopi global terkena pukulan Covid-19. Namun, beberapa bulan terakhir tahun 2020 menunjukkan trend positif pemulihan industri kopi global.

BERITA REKOMENDASI