Indonesia Siap Kirim Beras untuk Rakyat Palestina

JAKARTA, KRJOGJA.com – Memulai tahun 2018, ada semangat besar yang sedang digaungkan oleh masyarakat Indonesia. Panen raya di awal tahun bukan sekadar rutinitas panen biasa. Pasalnya, ada koneksi yang sedang terhubung kuat antara masyarakat Indonesia dengan Palestina yang sedang terjajah. Panen beras akan selaras dengan niatan besar untuk panen kebaikan.  

Koneksi itu pun berujung pada satu doa dan semangat. Diawal tahun 2018, sekali lagi masyarakat Indonesia akan menyatukan doa dan ikhtiar terbaik di urusan kemanusiaan, serta bakal ada 10.000 ton beras yang dikirimkan Indonesia untuk Palestina.

Ibnu Khajar selaku Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberi ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memulai ikhtiar masif ini. “Fakta yang paling penting hari ini adalah orang-orang di Palestina membutuhkan kita,” tegas Ibnu Khajar di Jakarta, Selasa (2/1/2017).

Ibnu menegaskan, meski tahun berganti, kondisi terkini di Palestina tak pernah berubah. “Beberapa rumah sakit dikabarkan logistiknya menipis, suplai pangan berhenti di sejumlah wilayah padat penduduk di Gaza. Sementara di Yerusalem, anak-anak muda Palestina tak henti melawan memastikan Tanah Al-Quds atau Yerusalem tetap diakui sebagai ibu kota Palestina,” tegasnya.

Memulai langkah pertama ikhtiar masif ini, Presiden ACT Ahyudin memimpin langsung proses panen pertama yang dilakukan di Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Desa itu termasuk dari sekian banyak percontohan Desa Wakaf yang diinisiasi ACT.

“Hari Ahad (31/12/2017), di ujung tahun 2017 ini, kami berada di Desa Panolan, Blora. Bersamaan dengan panen besar pertama di Desa Panolan, Alhamdulillah spirit kita meluap untuk mengirimkan 10.000 ton beras bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Ahyudin,

Semangat yang sama pun diluapkan oleh Ibnu Khajar. Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak bersama menyiapkan Kapal Kemanusiaan untuk Palestina.

“Insya Allah, tanpa keraguan sedikitpun, Indonesia bisa kirimkan 10.000 ton beras untuk Palestina di momen '212' atau tanggal 21 Februari 2018. Kapal Kemanusiaan 10.000 ton untuk Palestina akan menjadi lanjutan cerita dari 1.000 ton beras Kapal Kemanusiaan Somalia, juga 2.000 ton beras Kapal Kemanusiaan Rohingya,” ujar Ibnu.

Memang bukan perjalanan yang mudah untuk melayarkan Kapal Kemanusiaan sampai ke Tanah Palestina. Namun demikian, Ahyudin meyakinkan bahwa bulir-bulir beras pertama sudah mulai dikumpulkan dari Kecamatan Kedungtuban, Blora. Artinya langkah pertama sudah ditapaki. Doa dan ikhtiar untuk Palestina harus digulirkan.

“Indonesia bisa menjadi negeri terdepan untuk membantu membela tanah Palestina. Sampai kita yakinkan negeri Palestina bisa kembali merdeka,” pungkas Ahyudin.(*)

 

BERITA REKOMENDASI