Indonesia Update Promosikan Investasi di 10 Bali Baru

BEIJING,KRJOGJA.com – Kemasan “Indonesia Update: Tourism Trade Investment” di Four Seasons Hotel, Beijing, Tiongkok, Jumat 14 Desember 2018 agak beda. Kali ini Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Otarmangun memberi tensi lebih pada tourism.

"Pertama, kami meyakini, Indonesia adalah destinasi yang dicari dan diimpikan oleh travelers Tiongkok. Kedua, dalam diplomasi, diperlukan hubungan yang baik, people to people contact, dilanjutkan dengan berkunjung dan berdatangan. Ketiga, setelah itu melihat langsung alam dan budaya Indonesia, bisa dibangun kerjasama perdagangan dan investasi,” kata Dubes Djauhari Oratmangun. 

Karena itu, kata Djauhari tourism atau pariwisata menjadi pengetuk pintu paling efektif agar terjalin interaksi positif diantara kedua bangsa. “Apalagi Pak Menpar Arief Yahya ini orang yang mau turba (turun ke bawah, red). Langsung berkomunikasi dan berinteraksi dengan pelaku industri, paham tentang apa yang dibutuhkan oleh pebisnis, karena background-nya memang pebisnis,” lanjut Djauhari. 

Menpar Arief Yahya menyampaikan bahwa serangkaian aktivitas selama dua hari di Beijing ini adalah bagian dari tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping di Port Morresby, PNG bulan lalu. Presiden Jokowi meminta agar turis dari Tiongkok tetap menjadikan Indonesia sebagai destinasinya di tahun 2019. Permintaan Presiden Jokowi itu langsung dijawab oleh Presiden Xi. Bahkan ada 3 point penting yang disampaikan Presiden Xi, kala itu.

"Pariwisata Indonesia bertumbuh sangat cepat, 22%, atau 3 kali lebih lebih cepat dibandingkan turism dunia. Di regional ASEAN tumbuh 7% dan dunia naik 6,4%,” jelas Arief Yahya.

“Tahun 2017, ada sekitar 2 juta wisatawan Tiongkok terbang ke Indonesia. Itu wisman terbanyak dan bertumbuh paling besar di Indonesia, sekitar 42%. Baru disusul India sekitar 30%. Tahun 2018 diperkirakan sekitar 2,6 juta wisman Tiongkok, dan proyeksi 2019 adalah 3,5 juta wisman Tiongkok,” kata Arief Yahya dalam forum itu. 

Soal investasi di 10 Bali Baru, Menpar Arief Yahya meminta Hiramsyah S Thaib, Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas untuk tampil di atas mimbar.

Dalam presentasinya, Hiramsyah menampilkan 10 Bali Baru itu dengan menarik. Dari Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Joglosemar, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maluku Utara. 

Menurut Hiramsyah, saat ini adalah timing yang tepat untuk berinvestasi di sector Pariwisata Indonesia. Pertama, Presiden Jokowi sedang serius dan menjadi pariwisata sebagai sector prioritas. “Apa artinya? Kemanterian dan Lembaga lain harus mensupport pariwisata. Infrastruktur, teknologi, dan regulasi pemerintah akan didorong untuk memperkuat sector Pariwisata,” kata Hiramsyah. 

Kedua, baik natural resources maupun cultural resources Pariwisata Indonesia selalu top-20 besar dunia. Jadi alam maupun budayanya sangat pas dan bagus untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kelas dunia. ‘Ketiga, kami juga melakukan banyak deregulasi, pembaharuan peraturan yang tujuannya untuk memberikan kemudahan maduk dan berinvestasi ke Indonesia,” ungkap Hiramsyah. 

Menpar Arief Yahya, didampingi Ketua Tim 10 Bali Baru Hiramsyah S Thaib, Stafsus Bidang Media, Komunikasi Don Kardono serta Asdep Pasar China Vinsensius Jemadu. Sedangkan Dubes Djauhari Oratmangun bersama Konjen RI di Shanghai Siti Mauludiyah. (*)

BERITA REKOMENDASI