Infrastruktur Kemaritiman, Potensi Perluasan Investor Belanda

Editor: Ivan Aditya

ROTTERDAM, KRJOGJA.com – Pembangunan infrastruktur maritim Indonesia berkembang pesat sejak pencanangan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pemerintah berkomitmen dalam pembangunan infrastruktur dan yang terintegrasi baik di laut, darat dan udara untuk mengejar pembangunan nasional. Saat ini Belanda merupakan investor terbesar ke-6 di Indonesia dengan realisasi investasi sebesar USD 738,5 juta pada semester I tahun 2019.

Hal tersebut terungkap dalam Indonesia – the Netherlands Business and Investment Forum on Infrastructure and Maritime (Forum Bisnis) kerja sama KBRI Den Haag dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Rotterdam, Senin (23/09/2019). Kegiatan di Engels Meeting & Conference Center dihadiri pemerhati isu instruktur kemaritiman. Disebutkan, sebagai negara kepulauan dengan potensi SDM dan SDA yang besar, sektor infrastruktur maritim merupakan potensi besar bagi perluasan investor Belanda.

Dalam siaran pers yang diterima KRJOGJA.com, Selasa (24/09/2019) malam disebutkan, Forum Bisnis dibuka Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti  Agung Wesaka Puja. Dalam sambutan, Dubes Puja dan Wakil Ketua Kadin untuk Trnasportasi dalam sambutan pembukaan menggarisbawahi bila forum diselenggarakan untuk membangun trust dalam kerja sama infrastruktur dan maritim Indonesia-Belanda.

“Sesuai semangat Kemitraan Komprehensif Indonesia-Belanda, kerja sama maritim didorong untuk saling menguntungkan bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara,” tandas Puja.

Forum bisnis yang fokus di bidang infrastruktur maritim dan industri perkapalan  di lanjutkan dengan serangkaian pertemuan bisnis di Belanda, pada 24-26 September 2019. Misi bisnis di Belanda bertujuan untuk menjaring investasi Belanda di bidang infrastruktur, termasuk pembangunan pelabuhan dan industri perkapalan yang merupakan fokus pemerintah. Misi bisnis di bidang infrastruktur maritim ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan misi bisnis Kadin ke 14 negara-negara di Eropa.

“Di satu sisi, pengembangan konektivitas dan percepatan pembangunan Indonesia membutuhkan investasi dan transfer teknologi di infrastruktur maritim,” tandas Dubes Puja.

Sementara bagi Belanda yang tengah memasuki periode perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat ketidakpastian ekonomi global, ekspansi bisnis dan investasi jangka panjang di luar negeri pada sektor-sektor unggulan merupakan solusinya.

Hadir sebagai pembicara Perwakilan dari Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, BKPM, PT Pelindo II dan Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA). Selain itu, perusahaan infrastruktur dan maritim Belanda yang telah lama berbisnis di  Indonesia seperti Van Oord, Port of Rotterdam, STC International, Damen Shipyards, Royal IHC dan MARIN ikut memberikan testimoni dan berbagi pengalaman berinvestasi di Indonesia. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI