Inggris Rencanakan Lepas Masker

Editor: Ivan Aditya

INGGRIS, KRJOGJA.com – Rencana pemerintahan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, tidak mewajibkan penggunaan masker saat melonggarkan penguncian wilayah (lockdown) pandemi virus corona (Covid-19) dikritik keras oleh serikat tenaga kesehatan setempat. Menurut serikat tenaga kesehatan, ancaman Covid-19 belum bisa ditekan dan masih sangat membahayakan masyarakat.

“Anjuran bagi masyarakat untuk berhenti penggunaan masker, apalagi ketika berada di dalam transportasi umum sangat tidak masuk akal,” kata Ketua Dewan Perhimpunan Kesehatan Inggris, Chaand Nagpaul.

Usulan menghentikan penggunaan masker disampaikan oleh Menteri Perumahan Inggris, Robert Jenrick. Dia mengatakan masker tidak lagi diwajibkan setelah lockdown dilonggarkan.

“Saya mengkritik masker mengenakan masker sebagai keputusan pribadi. Mohon diingat penggunaan masker saat berada di luar ruangan bukan hanya melindungi diri pengguna tetapi juga orang sekitar,” ujar Nagpaul.

Lockdown di Inggris akan berakhir pada 19 Juli mendatang. Namun, pemerintah setempat berharap rumusan akhir pelonggaran penguncian wilayah akan selesai pada 12 Juli mendatang.

Nagpaul beberapa waktu lalu mengatakan tetap meminta pemerintah memberlakukan protokol kesehatan di tengah masyarakat, yakni mengenakan masker, menghindari kerumunan, membatasi bepergian, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Johnson juga meminta para penduduknya mulai belajar hidup berdampingan dengan virus corona (Covid-19). Namun, dia mengingatkan virus itu tetap menjadi ancaman. (*)

BERITA REKOMENDASI