Ini Waktu Lontar Jumrah Bagi Jemaah Haji Indonesia

MAKKAH, KRJOGJA.com- Kementerian Haji Arab Saudi melalui muassasah mengeluarkan jadwal terkait lontar jumrah, mulai 10 , 11 , 12 dan 13 Dzulhijjah. Pasalnya pada 10 Dzulhijah ketika jemaah sudah melaksanakan mabit di Muzdalifah dan lewat tengah malam menuju Mina, jemaah akan mulai melakukan lempar jumrah Aqobah.

"Pada 10 Dzulhijjah itu pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa untuk jemaah Asia Tenggara termasuk Indonesia dilarang melaksanakan jumrah hingga pukul 10.00 WAS sejak pukul 04.00 WAS," tutur Kadaker Makkah Subhan Cholid kepada tim MCH 2019, Minggu (4/8).

Saat itu lanjut Subhan situasi akan sangat padat karena bersamaan keluarnya jemaah haji dari tenda menuju jamarat. Keberadaan mereka akan memenuhi jalan. Padahal jalan itu sesungguhnya untuk laju kendaraan guna mengantarkan jemaah dari Muzdalifah ke Mina. 

"Jadi jam-jam itu dilarang. Selain karena padatnya jemaah haji di Mina guna menghindari bertabrakan seperti peristiwa yang dulu-dulu pernah terjadi. Juga untuk menghindari padatnya lalu lintas karena menghambat kendaraan yang mengantarkan  jemaah dari Muzdalidah ke Mina," imbuhnya.

Sementara pada 11 Dzulhijjah merupakan waktu bebas jam berapapun sejak dini hari hingga 12 Dzulhijjah. "Kapan saja bebas jemaah haji indonesia dan Asia Tenggara bebas melempar jumrah. Kemudian 12 Dzulhijjah dilarangnya waktu pukul 10.00-24.00 WAS karena nafar awal, jemaah dari seluruh dunia berdesak-desakan mengejar afdholiahnya. Nah saat untuk Asia Tenggara tidak diizinkan melempar jumrah," sambungnya.

Sementara pada 13 Dzulhijjah bebas dari pagi hingga jemaah selesai melakukan nafar tsani. Surat ini akan diedarkan ke seluruh sektor dan daker sehingga jemaah dapat mempertimbangkan dan mengukur diri serta mampu menghitung situasi agar mencegah kemudharatan yang cukup besar

"Tidak di waktu afdholiah tetap sah. Karena itu diambil, pertama demi menjaga keamanan seluruh jemaah haji. Kedua pembagian waktu-waktu itu telah mempertimbangkan hukum-hukum secara syar'i," ucap Subhan. (Feb)

BERITA REKOMENDASI