Insiden Tembak Jatuh Pesawat, Kanada Salahkan Konflik Amerika – Iran

Editor: Ivan Aditya

KANADA, KRJOGJA.com – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyesalkan kepergian 57 orang warganya dalam  usai lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Iran.

Menurut dia jika pertikaian Amerika Serikat dengan Iran yang menyebabkan tensi di Timur Tengah meninggi tidak terjadi, maka kemungkinan 176 awak dan penumpang yang ada di pesawat itu masih hidup hari ini.

"Seandainya tidak ada peningkatan ketegangan di kawasan tersebut, seluruh warga Kanada yang ada di pesawat itu akan berada di rumah bersama keluarga mereka. Ini yang terjadi ketika meletus perang dan konflik. Warga tak bersalah akan menjadi korban," kata Trudeau.

Sejumlah warga Kanada, termasuk petinggi perusahaan ternama, menyalahkan Presiden AS, Donald Trump, atas insiden tersebut. Namun, Trudeau menghindari menuduh para pemimpin negara yang tengah terlibat konflik di Timur Tengah dan mengatakan sudah menyampaikan pernyataan terkait kejadian itu kepada Trump.

"Saya sudah berbicara soal rasa duka dan kehilangan yang sangat mendalam yang dirasakan seluruh warga Kanada, dan mereka membutuhkan jawaban tegas dan jelas tentang bagaimana insiden itu terjadi, dan memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi," ujar Trudeau.

Trudeau juga menyampaikan kekecewaan dengan sikap Trump yang tidak berkomunikasi terlebih dulu dengannya ketika akan menggelar serangan udara yang menewaskan seorang perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani, pada 3 Januari lalu. Sebab, dia mengatakan Kanada juga mengirim tentaranya ke Irak dalam misi pelatihan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). (*)

BERITA REKOMENDASI