Irak Gantung 36 Militan ISIS

BAGHDAD (KRjogja.com) – Pemerintah Irak dilaporkan telah mengeksekusi 36 orang yang diyakini terkait dengan pembantaian ratusan anggota baru militer pada 2014 yang dilakukan anggota ISIS. Proses hukuman mati ini tetap dilakukan meskipun mendapat protes dari organisasi hak asasi manusia (HAM). Mereka digantung di penjara Nasiriyah di Irak Selatan pada Minggu (21/8). Informasi ini disampaikan Gubernur Yahya al Nasirir.

Pada 2014, kelompok militan ISIS dilaporkan telah menangkap sekira 1.700 tentara dari pangkalan militer Speicher. Penangkapan itu dilakukan saat mereka menyerbu Kota Utara Tikrit. Demikian sebagaimana dilansir Independent, Minggu (21/8/2016).  

Tak lama setelah mengambil alih pangkalan tersebut, ISIS lalu mem-posting video yang menunjukkan tentara dipaksa berbaring dan telungkup di parit sebelum akhirnya ditembak mati. Mereka yang dieksekusi pada hari ini ditangkap setelah pasukan Irak merebut kembali Tikrit pada 2015. Mereka dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Irak awal tahun ini.

Realisasi hukuman mati ini terus dipercepat oleh Perdana Menteri Haider al-Abadi setelah serangkaian ledakan bom besar-besaran sekitar Baghdad dalam beberapa bulan terakhir ini. Terkait eksekusi mati ini, PBB mengkritik kebijakan tersebut. Pengadilan Irak dinilai lemah. Hal ini dapat menimbulkan ketidakadilan dalam sistem hukum di Irak. (*)    
 

BERITA REKOMENDASI