Irak Siap Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Kemerdekaan Kurdi

Editor: Ivan Aditya

IRAK, KRJOGJA.com – Meski kecewa, Perdana Menteri (PM) Irak Haider al Abadi menolak untuk mengerahkan militer ke wilayah Kurdi sebagai tanggapan atas referendum kemerdekaan baru-baru ini. Komentar al Abadi tersebut muncul setelah beberapa pihak di Parlemen Irak mengatakan bahwa akan mengerahkan pasukan ke daerah utara yang didominasi oleh Kurdi.

"Kami tidak mencari konfrontasi militer. Kami akan memberlakukan otoritas federal kami di seluruh Irak, termasuk wilayah Kurdi, sesuai dengan kekuatan konstitusi dan hukum," ungkap al Abadi.

Namun, PM al Abadi mengatakan bahwa dia akan melawan orang Kurdi dengan kejutan dan tindakan yang lebih keras daripada kata-katanya. Sekadar diketahui, Referendum Kurdi dilakukan di tiga provinsi di Kurdi dan beberapa daerah yang disengketakan diadakan untuk merdeka dari Irak.

Pihak pemerintah Irak yang menyatakan bahwa hal tersebut adalah ilegal dan inkonstitusional. Terlepas dari itu, banyak kalangan internasional yang keberakata atas referendum tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI