Iran dan Arab Saudi Perang Mulut

Editor: Ivan Aditya

ARAB (KRjogja.com) – Hubungan Iran dan Arab Saudi kembali memanas setelah kedua negara saling melontarkan kecaman terkait tragedi Mina yang menewaskan 2.426 jemaah haji termasuk 400 jemaah haji asal Iran, negara dengan korban tewas terbanyak. Meski telah setahun berlalu, pemerintah Iran masih belum bisa melupakan peristiwa tersebut.

Apalagi sampai saat ini, Arab Saudi belum merilis hasil investigasi tragedi di Mina tersebut. Bahkan, banyak korban baik yang tewas maupun terluka belum mendapatkan hak mereka seperti ganti rugi finansial sebagaimana yang pernah dijanjikan pemerintah Arab Saudi.

Hal itu membuat pemerintah Iran yang hubungannya selama ini dengan Arab Saudi tak pernah harmonis, semakin kecewa dengan sikap cuek pemerintah Riyadh. Padahal, jumlah korban tewas sangat banyak.

Menandai setahun insiden Mina, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melancarkan serangan kata-kata pedas terhadap Arab Saudi dengan menuduh pemerintah negeri itu 'membunuh' para jemaah haji yang terperangkap dalam peristiwa desak-desakan selama musim haji tahun lalu. Khamenei juga menuding Arab Saudi telah menelantarkan jemaah yang terluka.

Pasalnya, saat kejadian, jemaah yang terluka itu dikurung dalam kontainer dan tidak diberikan perawatan medis. Masih dalam pernyataan yang sama, Khamenei menyesalkan sikap Arab Saudi yang tak meminta maaf dan mengadili orang-orang yang bersalah dalam tragedi maut tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI