Iran Dituding Rekayasa Data Jumlah Penderita Corona

Editor: Ivan Aditya

IRAN, KRJOGJA.com – Pemerintah Iran dituduh melakukan rekayasa data jumlah kasus positif virus corona (Covid-19). Hal itu diduga dilakukan demi alasan politik dan keamanan.

Dalam laporan mengatakan angka resmi kasus positif virus corona dan kematian di negara itu hanya mencapai 5 persen dari jumlah sebenarnya.

Namun demikian Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari, membantah tuduhan itu. Pihak kementerian telah memberikan angka-angka kasus positif dan kematian dengan transparan.

“Kementerian Kesehatan bukanlah badan politik dan kesehatan rakyat adalah prioritas utama,” ujar Sima.

Pemerintah Iran menuai kecaman keras sejak pandemi melanda karena enggan memberlakukan pembatasan ketat. Hingga kini, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan total hampir 330 ribu kasus dan 18.616 kematian. (*)

BERITA REKOMENDASI