Iran Miinta Biden Bergabung Kesepakatan Nuklir 2015

Editor: Ivan Aditya

IRAN, KRJOGJA.com – Iran meminta Presiden Amerika Serikat baru Joe Biden mencabut ‘tanpa syarat’ sanksi yang diterapkan Donald Trump kepada negaranya untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, meminta Biden kembali bergabung pada kesepakatan nuklir 2015. Kesepakatan ini menjadi tidak jelas sejak Trump menarik diri dari kesepakatan secara sepihak pada 2018.

Kala itu Trump juga menerapkan sanksi keras terhadap Iran sebagai bagian dari kebijakan ‘tekanan maksimum’. Kesepakatan nuklir ang dimaksud adalah rencana aksi komprehensif bersama (JCPOA).

Selama Obama menjabat, JCPOA berhasil ditandatangani oleh Iran dan enam negara lain di Wina pada 2015, setelah dua tahun diskusi intensif. Dalam kesepakatan itu terdapat penawaran keringanan sanksi sebagai imbalan atas pembatasan nuklir di Teheran dan menjamin tidak akan pembuatan bom atom. Iran menyatakan mereka hanya mengerjakan program energi nuklir sipil.

“Pemerintahan baru di Washington memiliki pilihan mendasar yang harus dibuat. Pilihan itu dapat menangani kebijakan yang gagal dari pemerintahan Trump,” tulis Zarif.

Ia melanjutkan, “(Atau Biden) Dapat memilih jalan yang lebih dengan mengakhiri kebijakan ‘tekanan maksimum’ Trump yang gagal dan kembali ke kesepakatan yang ditinggalkan pendahulunya. Tetapi jika Washington bersikeras mengekstraksi konsesi, maka peluang ini akan hilang”.

Melalui JCPOA, pemerintah Iran setuju untuk mengurangi jumlah sentrifugal hingga dua pertiga, memangkas cadangan uranium, dan membatasi pengayaan yang sedang berlangsung pada 3,67 persen.

Iran juga diminta membatasi penelitian dan pengembangan uranium, serta membuka akses fasilitas nuklirnya untuk pengawas dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sebagai imbalan atas persetujuan itu, negara yang terlibat dalam perjanjian mencabut semua sanksi nuklir terhadap Iran dan menghubungkan kembali ekonomi negara itu dengan pasar internasional. (*)

BERITA REKOMENDASI