Iran Siap Balas Perlakuan Amerika

Editor: Ivan Aditya

IRAN, KRJOGJA.com – Iran akan balik membalas larangan perjalanan Amerika Serikat (AS) terhadap enam negara berpenduduk mayoritas Islam, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang mengamini kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tersebut.

Padahal, sebelumnya, pengadilan-pengadilan di AS telah memblokir keputusan Trump yang dirilis 6 Maret 2017 lalu. Instruksi Trump saat itu termasuk larangan selama 90 hari bagi warga beberapa negara, di antaranya Iran dan Libya, serta 120 hari bagi semua pengungsi untuk memasuki wilayah AS.

Namun, Mahkamah Agung AS memutuskan beberapa bagian larangan bisa diterapkan terhadap pengungsi. “Keputusan itu merupakan tanda bahwa pemimpin negara (AS) ingin mendiskriminasi para muslim," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi.

Ia melanjutkan, Republik Islam Iran, setelah dengan seksama meneliti keputusan Mahkamah Agung AS, akan mengambil tindakan balik. Namun begitu, ia belum merinci tindakan seperti apa yang akan diambil pemerintahannya.

Warga AS yang akan melakukan perjalanan diharuskan mengajukan permohonan mendapatkan visa terlebih dahulu. Namun, kewajiban itu tidak berlaku bagi para warga sejumlah negara lain, termasuk Jerman, yang bisa mendapatkan visa saat kedatangan. (*)

BERITA REKOMENDASI