ISIS Disebut Berada Dibalik Konflik Rohingya

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Media lokal Myanmar melaporkan bahwa intelijen India dan Bangladesh telah menyadap tiga panggilan telepon berdurasi panjang yang dilakukan Hafiz Tohar, ketua sayap militer angkatan bersenjata Rohingya. Informasi ini mengungkap latar belakang serangan 25 Agustus lalu terhadap aparat Myanmar.

Sementara itu, meski ISIS sejauh ini belum memberikan pernyataan ancaman terbuka terhadap Myanmar, Center for Strategic and International Studies (CSIS) khawatir hal itu bisa saja terjadi.

Hafiz Tohar mendirikan Aqa Mul Mujahidin dan dilatih di Pakistan oleh Lashkar E Tayyaba setelah direkrut oleh Abdu Qadoos Burmi, kepala Harkat ul Jihad al Islami-Arakan dari desa Kyauk Pyin Siek di Maungdaw pada 2014.

Dia menggabungkan kelompoknya dengan Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) setelah dibentuk pada 2016 dan diyakini mengotaki serangan terhadap aparat Myanmar sejak 9-10 Oktober tahun lalu hingga 25 Agustus kemarin.

Tiga panggilan itu dilaporkan terjadi antara 13 dan 24 Agustus, menjelang serangan yang dijadikan alasan militer Myanmar untuk melakukan operasi pembersihan Rohingya dan diatribusikan kepada ARSA. Operasi itu disertai pembantaian dan pelanggaran HAM berat sehingga diperkirakan menewaskan 1.000 orang dan memaksa ratusan ribu orang lainnya mengungsi ke Bangladesh. (*)

BERITA REKOMENDASI