ISIS Jadikan Jurang Sebagai ‘Kuburan Massal’

Editor: Ivan Aditya

SURIAH, KRJOGJA.com – ISIS diduga menggunakan jurang al-Hota di utara kota Raqqa, Suriah, untuk membuang ribuan mayat warga sipil yang diculik atau ditahan. Fakta ini ditemukan oleh Human Rights Watch yang menggunakan pesawat tanpa awak dilengkapi kamera, untuk melihat ke dalam jurang tersebut.

Menggunakan drone ke jurang sedalam 50 meter, penyelidik dari organisasi nirlaba yang bermarkas di Amerika Serikat itu menemukan sisa-sisa tubuh enam jasad yang mengambang di kolam di dalam jurang. HRW meyakini mayat-mayat itu dibuang ke daerah itu setelah ISIS kehilangan kendali atas wilayah tersebut.

Identitas dan penyebab kematian jasad-jasad tersebut belum diketahui. Pihak organisasi tersebut khawatir lebih banyak jasad lainnya yang mungkin ada di bawah permukaan air. Human Rights Watch telah mendesak pihak berwenang untuk mengamankan daerah itu dan mengangkat sisa jasad untuk memulai investigasi kriminal, dengan alasan bahwa penyelidikan harus dilakukan oleh siapa pun yang mengendalikan daerah tersebut.

ISIS menguasai area jurang al-Hota antara tahun 2014-2015. Saat ini area di sekitarnya dipegang oleh militan Tentara Nasional Suriah yang didukung Turki, sebagai kelompok militan yang kontra dengan pemerintahan Presiden Assad dan mayoritas Pasukan Demokratik Kurdi Suriah. Diyakini sekitar 2.000 mayat dibuang ke jurang itu. (*)

BERITA REKOMENDASI