Israel Bakal Punya Pemimpin Baru

Editor: Ivan Aditya

ISRAEL, KRJOGJA.com – Israel semakin dekat memiliki pemerintahan baru yang akan mengakhiri kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah 12 tahun menjabat. Kepemimpinan Netanyahu tengah berada di ujung tanduk setelah koalisi partainya, Likud, kembali gagal membentuk kabinet pemerintahan meski meraup mayoritas suara dalam pemilihan umum pada Maret lalu.

Saat ini, pesaing utama Netanyahu, Yair Lapid dan partainya Yesh Atid, telah diberi mandat oleh Presiden Reuven Rivlin untuk membentuk pemerintahan baru. Ia wajib mendirikan koalisi yang setidaknya terdiri dari 61 anggota di parlemen Knesset.

Perintah itu dikeluarkan setelah Netanyahu gagal membentuk pemerintahan dalam tenggat waktu yang ditentukan setelah memenangkan pemilu.

Lapid saat ini telah menggaet Partai Biru Putih yang dipimpin menteri pertahanan Israel saat ini, Benny Gantz, dan Partai Harapan Baru milik eks sekutu Netanyahu, Gideon Saar. Selain itu, Partai Usrael Beitenu, Partai Buruh, dan Meretz, juga akan bergabung dengan koalisi Lapid.

Lapid juga tengah membujuk politikus nasionalis garis keras, Naftali Bennett, dan partainya, Yamina, beserta politikus kaum Arab-Israel lainnya untuk membentuk koalisi tandingan Netanyahu. Dalam negosiasinya, Lapid bahkan telah menawarkan berbagi kekuasaan dan mengizinkan Bennett berkuasa sebagai PM selama satu periode yang nantinya akan digilir. (*)

BERITA REKOMENDASI